BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dengan berlakunya
Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang perubahan atas UU Nomor 22 tahun 1999
tentang Otonomi daerah, maka terjadi pula pergeseran dalam pembangunan ekonomi
yang tadinya bersifat sentralisasi (terpusat), sekarang mengarah kepada desentralisasi
yaitu dengan memberikan keleluasaan kepada daerah untuk membangun wilayahnya
termasuk pembangunan dalam bidang ekonominya.
Dasar konseptual pembangunan daerah umumnya tidak dijelaskan secara
eksplisit. Pengertiannya lebih bermakna praktis (utilitarian), di mana
pembangunan daerah di anggap mampu secara efektif menghadapi permasalahan
pembangunan di daerah. Pembangunan daerah melalui mekanisme pengambilan
keputusan otonomi diyakini mampu merespons permasalahan aktual yang akan sering
muncul dalam keadaan masih tingginya intensitas alokasi sumber daya alam dalam
pembangunan. Otonomi dalam administrasi pembangunan ini dirasakan makin relevan
sejalan dengan keragaman sosial dan ekologi (bio-social diversity) pada suatu
wilayah.
Pengertian dan penerapan pembangunan daerah umumnya dikaitkan dengan
kebijakan ekonomi atau keputusan politik yang berhubungan dengan alokasi secara
spasial dari kebijakan pembangunan nasional secara keseluruhan. Dengan
demikian, kesepakatan-kesepakatan nasional menyangkut sistem politik dan
pemerintahan, atau aturan mendasar lainnya, sangat menentukan pengertian dari
pembangunan daerah. Atas dasar alasan itulah pandangan terhadap pembangunan
daerah dari setiap negara akan sangat beragam. Singapura, Brunei, atau negara yang berukuran kecil sangat mungkin tidak mengenal istilah
pembangunan daerah. Sebaliknya bagi
negara besar, seperti Indonesia atau Amerika Serikat perlu menetapkan
definisi-definisi pembangunan daerah yang rinci untuk mengimplementasikan
pembangunannya.
Dasar hukum penyelenggaraan pembangunan daerah bersumber dari Undang-Undang
Dasar (UUD) Negara RI 1945 Bab VI pasal 18. Hingga saat ini, implementasi
formal pasal tersebut terdiri tiga kali momentum penting, yaitu UU No 5 Tahun
1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah dan UU No 22 Tahun 1999 serta
UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sebelum tahun 1974, bukan saja
pembangunan daerah, pembangunan nasional juga diakui belum didefinisikan dan
direncanakan secara baik. Implementasi pembangunan daerah berdasar UU No 5
Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, terbukti sangat
mendukung keberhasilan pembangunan nasional hingga Pelita VI tetapi juga mampu
secara langsung melegitimasi kepemimpinan Presiden Suharto. Sementara UU No 22
Tahun 1999 yang diperbaiki dengan UU No 32 Tahun 2004 lebih merupakan
koreksi-koreksi sistematis disebabkan oleh permasalahan struktural (sistemik)
maupun dalam hal implementasi. Maka dari itu kami mencoba membuat suatu pemaparan mengenai pembangunan daerah
dalam sebuah makalah yang berjudul “ Strategi
Pembangunan Ekonomi Daerah ”.
1.2
Identifikasi Permasalahan
Permasalahan yang diangkat di dalam makalah ini adalah:
1.
Perbedaan
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi
2.
Teori
strategi pembangunan ekonomi
3.
Macam-macam
strategi pembangunan ekonomi
4.
Strategi
pembangunan ekonomi Indonesia
5.
Pembangunan
ekonomi daerah
6.
Strategi
pembangunan ekonomi daerah
1.3
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia, serta untuk
mengetahui strategi pembangunan ekonomi daerah khususnya di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perbedaan Pertumbuhan
dan Pembangunan Ekonomi
Sebelum
memberikan pemaparan yang lebih dalam mengenai strategi pembangunan ekonomi
daerah alangkah baiknya kita rinci terlebih dahulu apa yang di maksud dengan
istilah pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan
pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya
pertambahan penduduk dan
disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan
pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu Negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar
proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan Pendapatan
Nasional Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi
peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi
keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih
bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan
tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih
bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat
perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai
sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik. Selanjutnya pembangunan ekonomi
diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk
meningkat dalam jangka panjang.
2.2 Teori Strategi Pembangunan Ekonomi
Strategi Penataan Kembali
Indonesia yang diarahkan untuk menyelamatkan sistem ketatanegaraan Republik
Indonesia berdasarkan semangat, jiwa, nilai, dan konsensus dasar yang melandasi
berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Pancasila;
Undang-Undang Dasar 1945 (terutama Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945) ; tetap
tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tetap berkembangnya pluralisme
dan keberagaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika.
Strategi Pembangunan Indonesia
yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang yang merupakan
perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
1945 terutama dalam pemenuhan hak dasar rakyat dan penciptaan landasan
pembangunan yang kokoh.
Paradigma Pembangunan untuk semua
dalam konteks Indonesia, menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanya dapat
dilakukan dengan menerapkan enam strategi dasar pembangunan.
a.
Menerapkan strategi
pembangunan yang inklusif, yang menjamin pemerataan dan keadilan, serta mampu
menghormati dan menjaga keberagaman rakyat Indonesia.
“Dalam kerangka pembangunan yang inklusif ini, pemerintah telah menjalankan berbagai macam kebijakan. Di antaranya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri,” ujarnya.
“Dalam kerangka pembangunan yang inklusif ini, pemerintah telah menjalankan berbagai macam kebijakan. Di antaranya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri,” ujarnya.
b.
Pembangunan Indonesia
haruslah berdimensi kewilayahan.
c.
Menciptakan integrasi
ekonomi nasional dalam era globalisasi.
d.
Pengembangan ekonomi
lokal di setiap daerah, guna membangun ekonomi domestik yang kuat secara
nasional.
e.
Adanya keserasian
antara pertumbuhan dan pemerataan, atau Growth with Equity. Oleh
sebab itu, pemerintah menerapkan Program Keluarga Harapan (PKH), , BLT,
Jamkesmas, BOS, dan Kredit Usaha Kecil (KUR). “Strategi demikian juga merupakan
koreksi atas kebijakan pembangunan terdahulu, yang dikenal dengan trickle
down effect,” ujarnya.
f.
Adapun strategi
yang terakhir adalah pembangunan yang menitik-beratkan pada kemajuan kualitas
manusianya. Manusia Indonesia bukan sekedar obyek pembangunan, melainkan justru
subyek pembangunan. Sumber daya manusia menjadi aktor dan sekaligus fokus
tujuan pembangunan, sehingga dapat dibangun kualitas kehidupan manusia
Indonesia yang makin baik
2.3
Macam-macam Strategi Pembangunan Ekonomi
Salah satu konsep
penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu Negara
adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Strategi pembangunan
ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor
(variable) yang akan dijadikan faktor/variable utama yang menjadi penentu
jalannya proses pertumbuhan (suroso, 1993). Beberapa strategi pembangunan
ekonomi yang dapat disampaikan adalah :
A.
Strategi pertumbuhan
Inti
dari konsep ini adalah :
§
Strategi pembangunan
ekonomi suatu Negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta
bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat,
sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
§
Selanjutnya bahwa
pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat
ke bawah (trickle-down-effect) pendistribusian kembali.
§
Jika terjadi
ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan
terciptanya pertumbuhan ekonomi.
§
Kritik paling keras
dari strategi yang pertama ini adalah, bahwa pada kenyataannya yang tgerjadi
adalah ketimpangan yang semakin tajam.
B.
Strategi pembangunan dengan pemerataan
Inti dari konsep ini adalah, dengan
ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik social engineering,
seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan program terpadu.
Keadaan
sosial antara si kaya dan si miskin mendorong para ilmuwan untuk mencari
alternatif. Alternatif baru yang muncul adalah strategi pembangunan pemerataan.
Strategi ini dikemukakan oleh Ilma
Aldeman dan Morris. Yang menonjol
pada pertumbuhan pemerataan ini adalah ditekannya peningkatan pembangunan
melalui teknik social
engineering, seperti
melalui penyusunan rencana induk, paket program terpadu. Dengan kata lain,
pembangunan masih diselenggarakan atas dasar persepsi, instrumen yang
ditentukan dari dan oleh mereka yang berada “diatas” (Ismid Hadad, 1980). Namun
ternyata model pertumbuhan pemerataan ini juga belum mampu memecahkan masalah
pokok yang dihadapi negara-negara sedang berkembang seperti pengangguran masal,
kemiskinan struktural dan kepincangan sosial.
Berikut adalah contoh kasus strategi
pemerataan pembangunan yang terjadi di Provinsi Banten :
Tak dapat
dipungkiri, kondisi geografis suatu daerah mempunyai peranan penting dalam
kemajuan pembangunan. Daerah yang berada di wilayah strategis sangat signifikan
dalam mempercepat dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Sebagai contoh,
Provinsi Banten yang secara geografis bisa dibagi dalam dua wilayah
pembangunan, yaitu utara dan selatan. Bagian utara meliputi Tangerang,
Kota Tangerang Selatan, dan Cilegon. Sedangkan bagian selatan meliputi
Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang.
Daerah bagian
selatan relatif tertinggal dibandingkan daerah bagian utara. Menurut data Badan
Pusat Statistik (BPS), PDRB 2009 di Kabupaten Pandeglang dan Lebak bagian
selatan masing-masing mencapai Rp 3,9 miliar dan Rp 3,8 miliar. Sedangkan
bagian utara seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang mencapai Rp 17
miliar dan Rp 27 miliar. Padahal, Kabupaten Lebak dan Pandeglang luasnya 63,89
persen dari luas Banten. Sementara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang hanya
12.06 persen luas Banten.
Kondisi tersebut
disebabkan oleh geografi-strategis daerah bagian utara yang sangat dekat dengan
kota metropolis DKI Jakarta. Posisi Tangerang dan Kota Tangerang sebelah utara
merupakan hinterland bagi DKI Jakarta. Tangerang lebih melayani Jakarta
dibandingkan wilayah selatan. Sebaliknya, bagian selatan seolah menjadi daerah
yang berdiri sendiri. Di samping itu, kawasan bagian utara merupakan spill over
(tumpahan) pembangunan di DKI Jakarta. Bisa dilihat misalnya, Kota Tangsel yang
relaf baru sudah memiliki indikator pembangunan sangat baik. Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Tangsel sudah mencapai 75,1 dan pendapatan per kapita Rp 8.459
juta lebih.
Oleh karena itu,
ketimpangan yang terjadi antara utara-selatan harus segera diatasi, salah
satunya, melalui strategi pembangunan jangka panjang dengan memaksimalkan
potensi daerah tertinggal. Saat ini, strategi yang tengah dikembangkan, antara
lain, dengan menjadikan daerah bagian selatan sebagai kawasan minapolitan.
Konsep utamanya adalah pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis kawasan
dengan keterpaduan lintas sektor untuk peningkatan taraf hidup masyarakat.
Sedangkan prinsipnya adalah pengembangan kewilayahan yang efektif, efisien
disertai dukungan lintas sektor.
Lokasi-lokasi
pengembangan minapolitan Banten meliputi Pelabuhan perikanan Nusantara (PPN)
Karangantu, Kota Serang, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Kabupaten
Pandeglang, kawasan budidaya rumput laut Pontang, Kota Serang, dan kawasan
budidaya kerang Panimbang dan kawasan pangkalan pendaratan ikan (PPI)
Binuangeun. Lokasi itu merupakan sentra pengembangan perikanan yang
diprioritaskan. Mulai 2012 empat kawasan pelabuhan perikanan tersebut akan
menjadi kawasan minapolitan di Banten untuk jenis perikanan tangkap.
Anggaran sektoral
pada DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Banten akan difokuskan untuk memberikan
input produksi serta sarana dan prasarana pokok. Sedangkan yang lintas sektoral
berupa penyediaan prasarana pendukung seperti jalan, saluran irigasi serta
dukungan lain yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya, sebagain besar yang
dimiliki akan difokuskan pada lokasi minapolitan dimaksud.
Proyek
pengembangan kawasan minapolitan di Banten ini akan menjadi percontohan
nasional bagi sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, proyek ini perl
dikawal oleh seluruh elemen masyarakat supaya proyek ini berhasil. Pengembangan
kawasan minapolitan harus menjadi prioritas utama yang dikerjakan sungguh-sungguh
di masing-masing daerah. Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan
untuk menyukseskan program strategis ini, sehingga kesenjangan pembangunan
dapat teratasi.
C. Strategi Ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi
pertama dan kedua mendorong para ahli ekonimi mencari alternatif lain, sehingga
pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan
adalah :
§ Jika suatu Negara ingin terbebas dari kemiskinan dan
keterbelakangan ekonomi, Negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan
ekonominya pada usah melepaskan ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang
dapat ditempuh diantaranya adalah; meningkatkan produksi nasional yang disertai
dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk
nasional, dan sejenisnya.
§ Teori ketergantungan ini kemudian dikeritik oleh Kathari
dengan mengatakan “…sebab selalu akan gampang sekali bagi kita untuk
menumpahkan semua kesalahan pada pihak luar yang memeras, sementara pemerasan
yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja…” (Kathari dalam Ismid
Hadad, 1980).
D. Strategi yang
berwawasan ruang
Strategi ini
dikemukakan oleh Myedall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang
mampunya daerah miskin berkembang secapat daerah yang lebih kaya/maju.
dikarenakan kemampuan/ pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects)
lebih kecil dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke
daerah kaya (back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah,
bahwa Mydrall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan
tercapai. Sedangkan Hirscham percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka
panjang.
E.
Strategi pendekatan kebutuhan pokok
Kebutuhan pokok merupakan kebutuhan yang harus benar
– benar dipenuhi, seperti sandang, pangan, dan papan.
Dalam hal pembangunan Indonesia masih sangat rendah terutama pada sektor
pemenuhan kebutuhan pokok, Indonesia masih jauh dari kata terpenuhi. Masih
banyak masyarakat Indonesia yang kebutuhan pokoknya belum terpenuhi. Maka dari
itu dilakukan suatu strategi untuk menanggulanginya, yaitu strategi pendekatan
kebutuhan pokok. Sasaran dalam strategi ini adalah menanggulangi
kemiskinan secara masal. Menghapus kemiskinan di indonesia mungkin hal yang sangat
sulit untuk diwujudkan tapi setidaknya mengurangi kemiskinan dapat diupayakan.
Penanggulangan kemiskinan bisa diupayakan dengan cara – cara berikut antara
lain:
1)
Kurangi korupsi, mengurangi korupsi mungkin lebih
mudah daripada memberantas korupsi secara keseluruhan. Setidaknya dengan
berkurangnya korupsi dapat membantu menanggulangi kemiskinan.
2)
Percayakan produk lokal dan kalo bisa dinomorsatukan,
mempercayai dan menggunakan produk lokal atau dalam negeri lebih baik daripada
menggunakan produk luar karena dapat membantu Negara ini sendiri agar semakin
berkembang.
3)
Tingkatkan mutu barang, meningkatkan mutu atau
kualitas dari suatu barang itu sangat penting, karena kualitas menentukan
kepercayaan konsumen terhadap suatu barang.
4)
Maksimalkan pendidikan dan keterampilan, meningkatkan
dan memaksimalkan pendidikan bagi masyarakat, serta mengajarkan keterampilan
bagi masyarakat luas dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul
sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
5)
Jujur, sikap jujur merupakan suatu pondasi untuk
memiliki hidup yang lebih baik. Jujur harus ditanamkan kepada semua orang
agar tidak terjadi hal yang dapat merugikan Negara seperti korupsi.
6)
Gigih, untuk menanggulangi kemiskinan kita harus
melakukannya dengan bersungguh-sungguh agar tercapai yang kita harapkan.
Usaha Strategi selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia
(ILO) yang menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat
dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran.
Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha lebih diarahkan pada penciptaan lapangan
pekerjaan bagi pengangguran, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok,
pemberdayaan sumber daya manusia, distribusi pendapatan dan kekayaan yang
merata dan sejenisnya.
Tujuan pemenuhan kebutuhan pokok untuk mengamanatkan bahwa di antara
implikasi dan konsekuensi logis dari doktrin ukhuwah adalah sumber daya nikmat
yang ada harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok semua individu
sehingga setiap orang mendapatkan standar hidup yang manusiawi, layak dan
terhormat sesuai dengan martabat manusia.
Sasaran dari strategi ini adalah
menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan
oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan
bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan
masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena
itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan
pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.
2.4 Strategi
Pembangunan Ekonomi di Indonesia
Sebelum orde
baru strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha
pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya Nampak
adanya kecenderungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik, dan
kurang memperhatikan pembangunan ekonomi.
Sedangkan pada
awal orde baru, strategi pembangunan di Indonesia labih diarahkan pada tindakan
pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha untuk
menekankan laju yang sangat tinggi (hyper inflasi).
Dari keterangan pemerintah yang ada, dapat sedikit
disimpulkan bahwa strategi pembangunan di Indonesia tidak mengenal perbedaan
strategi yang ekstrem. Sebagai contoh selain strategi pemerataan pembangunan,
Indonesia-pun tidak mengesampingkan stratei pertumbuhan, dan strategi yang
berwawasan ruang ( terbukti dengan dibaginya wilayah Indonesia dengan berbagai
wilayah pembangunan I,II, III dan seterusnya).
Strategi-strategi
tersebut kemudian dipertegas dengan dtetapkannya sasaran-sasaran dan titik
berat setiap Repelita, yakni :
§ Repelita
I : meletakkan titik berat pada sector pertanian dan industry yang
mendukung setor pertanian meletakkan lendasan yang kuat bagi tehap selanjutnya.
§ Repelita
II : meletakkan titik berat pada sector pertanian dengan meningkatkan industry
yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat
bagi tahap selanjutnya.
§ Repelita
III : meletakkan titik berat pada sector pertanian menuju swasembada pangan dan
meningkatkan industry yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan
landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
§ Repelita
IV : meletakkan titik berat pada sector pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha
menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industry yang dapat manghasilkan
mesin-mesin industry sendiri, baik industry ringan yang akan terus dikembangkan
dalam Repelita-Repelita selanjtnya meletakkan landasan yang kuat bagi tahap
selanjutnya.
2.5 Pembangunan Ekonomi Daerah
Sebelum
menjelaskan tentang pembangunan ekonomi daerah, disini akan menjelaskan
terlebih dahulu tentang pengertian daerah (regional) itu sendiri, karena
pengertian daerah dapat berbeda-beda artinya tergantung pada sudut pandang
melihatnya. Misalnya dari sudut hokum, keamanan, kepemerintahan dan lain
sebagainya. Namun kami
dalam hal ini akan menjelaskan
pengertian daerah hanya melihat dari sudut pandang ekonominya saja.
Ditinjau dari sudut
pandang ekonominya daerah mempunyai arti :
a)
Suatu daerah dianggap sebagai raung
dimana terdapat kegiatan ekonomi dan di dalam pelosok ruang tersebut terdapat
sifat-sifat yang sama, kesamaan sifat-sifat tersebut antara lain dari segi
pendapatan perkapita, sosia-budayanya, geografisnya dan lain sebagainya. Daerah
yang memiliki ciri-ciri seperti ini disebut daerah homogen.
b)
Suatu daerah dianggap sebagai suatu
ekonomi ruang apabila daerah tersebut dikuasai oleh sutu atau beberapa pusat
kegiatan ekonomi. Daerah dalam pengetian ini disebut sebagai daerah modal.
c)
Suatu daerah adalah suatu ekonomi ruang
yang berada di bawah satu administrasi tertentu seperti satu provinsi,
kabupaten/kota, kecamatan, dan lain sebagainya. Daerah ini didasarkan pada
pembagian administrative suatu Negara. Daerah dalam pengertian ini dinamakan
daerah adminitrasi.
Lincolin Arsyad
(2000) memberikan pengertian pembangunan ekonomi daerah adalah “sebagai proses
dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumberdaya-sumberdaya yang
ada dan membentuk suatu pola kementrian antara
pemerintah daerah dengan sector swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja
baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam
wilayah tersebut”.
Dalam
pembangunan ekonomi daerah yang menjadi pokok permasalahannya adalah terletak
pada kebijakan-kebijakan pembangunan
yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan (endogenous) dengan
menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik
secara lokal
(daerah). Orientasi ini mengarah pada pengambilan inisiatif-inisiatif yang
berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan
kesempatan kerja baru dan merangsang peningkatan kegiatan ekonomi.
Pembangunan
ekonomi daerah adalah suatu proses yang mencakup pembentukan institusi-institusi
baru, pembangunan industri-industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang
ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi
pasar-pasar baru, alih pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan
usaha-usaha baru.
Tujuan utama
dari setiap pembangunan ekonomi daerah adalah untuk meningkatkan jumlah dan
jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Untuk mencapai tujuan tersebut,
pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil
inisiatif pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah dengan partisipasi
masyarakatnya, dengan dukungan sumberdaya yang ada harus mampu menghitung
potensi sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk merancang dan
membangun ekonomi daerahnya.
2.6 Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah
Secara
umum strategi pembangunan ekonomi adalah mengembangkan kesempatan kerja bagi
penduduk yan ada sekarang dan upaya untuk mencapai stabilitas ekonomi, serta
mengembangkan basis ekonomi dan kesempatan kerja yang beragam. Pembagunan
ekonomi akan berhasil bila mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha. Hal ini untuk
mengantisipasi kemungkinan terjadinya fluktuasi ekonomi sektoral, yang pada
akhirnya akan mempengaruhi kesempatan kerja.
Lincolin
Arsyad (2000) secara garis besar menggambarkan strategi pembangunan ekonomi
daerah dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :
a)
Strategi pengembangan fisik ( locality
or physical development strategy)
Melalui pengembangan program perbaikan kondisi fisik/lokalitas
daerah yang ditunjukkan untuk kepentingan pembangunan isdustri dan perdagangan,
pemerintah daerah akan berpengaruh positif bagi pembangunan dunia usaha daerah.
Secara khusus, tujuan
strategi pembagunan fisik ini adalah untuk menciptakan identitas masyarakat ,
dan memperbaiki daya tarik pusat kota (civic center) dalam upaya memperbaiki
dunia usaha daerah. Untuk mencapai tujuan pembangunan fisik tersebut diperlukan
alat-alatpendukung, yaitu :
·
Pembuatan bank tanah (land banking),
dengan tujuan agar memiliki data tentang tanah yang kurang optimal
penggunaannya, tanah yang belum dikembangkan,atau salah ddalam penggunaannya
dan lain sebagainya.
·
Pengendalian perencanaan dan
pembangunan, dengan tujuan untuk memperbaiki iklim investasi di daerah dan
meperbaiki citra pemerintah daerah.
·
Penataan kota (townscaping), dengan
tujuan untuk memperbaiki sarana jalan, penataan pusat-pusat pertokoan, dan
penetapan standar fisik suatu bangunan.
·
Pengaturan tata ruang (zoning) dengan baik untuk
merangsang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah.
·
Penyediaan perumahan dan pemukiman yang
baik akan berpengaruh positif bagi dunia usaha, disamping menciptakan lapangan
kerja.
·
Penyediaan infrastruktur seperti :
sarana air bersih, taman, sarana parkir,
tempat olahraga dan lain sebagainya.
b)
Strategi pengembangan dunia usaha (
business development strategy)
Pengembangan dunia usaha merupakan komponen penting
dalam pembangunan ekonomi daerah, karena daya tarik, kerativitas atau daya
tahan kegiatan ekonomi dunia usaha, adalah merupakan cara terbaik untuk
menciptakan perekonomian daerah yang sehat. Untuk mencapai tujuan pembangunan
fisik tersebut diperlukan alat-alat pendukung, antara lain :
·
Penciptaan iklim usaha yang baik bagi
dunia usaha, melalui pengaturan dan kebijakan yang memberikan kemudahan bagi
dunia usaha dan pada saat yang sama mencegah penurunan kualitas lingkungan.
·
Pembuatan informasi terpadu yanf dapat
memudahkan masyarakat dan dunia usaha untuk berhubungan dengan aparat
pemerintah daerah yang berkaitan dengan perijinan dan informasi rencana
pembangunan ekonomi daerah.
·
Pendirian pusat konsultasi dan
pengembangan usaha kecil, karena usaha kecil perannya sangat penting sebagai
penyerap tenaga kerja dan sebagai sumber dorongan memajukan kewirausahaan.
·
Pembuatan system pemasaran bersama untuk
menghindari skala yang tidak ekonomis dalam produksi, dan meningkatkan daya
saing terhadap produk impor, seta sikap kooperatif sesama pelaku bisnis.
·
Pembuatan lembaga penelitian dan
pengembangan litbang). Lembaga ini diperlukan untuk melakukan kajian tentang
pengembangan produk baru, teknologi baru,dan pencarian pasar baru.
c)
Strategi pengembangan sumber daya
manusia ( human resource development strategy)
Strategi pengembangan sumberdaya manusia merupakan
aspek yang paling penting dalam proses pembangunan ekonomi, oleh karena itu
pembangunan ekonomi tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas dan ketrampilan
sumberdaya manusia adalah suatu keniscayaan. Pengembangan kualitas seumberdaya
manusia dapat dilakukan denganca cara :
·
Pelatihan dengan system customized
training, yaitu system pelatihan yang dirancang secara khusus untuk memenuhi
kebutuhan dan harapan sipemberi kerja.
·
Pembuatan bank keahlian (skill banks),
sebagai bank informasi yang berisi data tentang keahlian dan latar belakang
orang yang menganggur di penciptaan iklim yang mendukung bagi perkembangan
lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan di daerah.
·
Pengembangan lembaga pelatihan bagi para
penyandang cacat.
d)
Strategi pengembangan masyarakat
(community based development
strategy)
Strategi pengembangan masyarakat ini merupakan
kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan (empowerment)suatu kelompok
masyarakat tertentu pada suatu daerah. Kegiatan-kegiatn ini berkembang baik di
Indonesia belakangan ini, karena ternyata kebijakan umum ekonomi yang tidak
mampu memberikan manfaat bagi kelompok-kelompok masyarakat tertentu.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan manfaat
social, seperti misalnya dengan menciptakan proyek-proyek padat karya untuk
memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh keuntungan dari usahanya.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Didalam
melakukan pembangunan, setiap Pemerintaah Daerah memerlukan perencanaan yang
akurat serta diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang
dilakukannya. Seiring dengan semakin pesatnya pembangunan bidang ekonomi, maka
terjadi peningkatan permintaan data dan indikator-indikator yang menghendaki
ketersediaan data sampai tingkat Kabupaten/Kota. Data dan indikator-indikator
pembangunan yang diperlukan adalah yang sesuai dengan perencanaan yang telah
ditetapkan.
Menghadapi
realitas kehidupan yang menunjukkan adanya kesenjangan kesejahteraan
mengakibatkan adanya pekerjaan berat kepada para ahli pembangunan termasuk di
dalamnya para pembuat kebijakan. Ini dimaksudkan untuk mengatasi berbagai
persoalan yang muncul akibat kesenjangan kesejahteraan, perlu dilakukan upaya
pembangunan yang terencana.
Upaya pembangunan yang terencana
dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang dilakukan. Lebih jauh
lagi berarti perencanaan yang tepat sesuai dengan kondisi di suatu wilayah
menjadi syarat mutlak dilakukannya usaha pembangunan.
Perencanaan pembangunan memiliki
ciri khusus yang bersifat usaha pencapaian tujuan pembangunan tertentu. Adapun
ciri dimaksud antara lain:
- Perencanaan yang isinya upaya-upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi yang kuat dapat tercermin dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi positif.
- Ada upaya untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
- Berisi upaya melakukan struktur perekonomian
- Mempunyai tujuan meningkatkan kesempatan kerja.
- Adanya pemerataan pembangunan.
3.2 Saran
Pembangunan daerah disertai dengan
otonomi atau disebut juga otonomi daerah, sangat relevan dengan pembangunan
secara menyeluruh karena beberapa alasan.
·
Bahwa
pembangunan daerah sangat tepat diimplementasikan dalam mana perekonomian
mengandalkan kepada pengelolaan sumber-sumber daya publik (Common and public
resources) antara lain sektor kehutanan, perikanan, atau pengelolaan wilayah
perkotaan.
·
Pembangunan
daerah meyakini mampu memenuhi harapan
keadilan ek onomi bagi sebagian banyak orang. Dengan otonomi daerah diharapkan
dapat memenuhi prinsip bahwa yang menghasilkan adalah yang menikmati, dan yang menikmati haruslah yang menghasilkan.
·
Pembangunan
daerah dapat menurunnya biaya-biaya transaksi ( transaction cost). Biaya
transaksi merupakan biaya total pembangunan yang dapat dipisahkan ke dalam
biaya informasi , biaya yang melekat dengan harga komoditi, dan biaya
pengamanan.
·
Pembangunan
daerah dapat meningkatnya domesticpurchasing
power
Empat alasan yang dikemukakan di atas memiliki makna strategis dalam rangka
mengembangkan perekonomian di daerah utamanya di perdesaan. Hal tersebut bukan
saja disebabkan sumber permasalahan lebih banyak bertempat diperdesakan secara
fisik, tetappi sesungguhnya perdesaaan juga menyimpan nilai-nilai lokal yang
perli diberi peluang untuk berkembang memanfaatkan sumber-sumberdaya alam
melalui otonomi daerah.
Itulah sebabnya menjadi penting bahwa pembangunan daerah memerlukan
perencanaan dan koordinasi yang terpadu, secara vertikal maupun horizontal,
untuk mengantisipasi aliran externality secara spasial maupun akumulatif.
Dengan demikian, kebijakan dan program pembangunan daerah yang disusun tidak
hanya dapat memberi panduan yang terarah dan efisien bagi pemecahan
permasalahan tetapi lebiih jauh memberi jaminan akan keberlanjutan sistem
produksi dalam wilayah.
DAFTAR
PUSTAKA
http://marchtavaissta.wordpress.com/2012/04/20/perkembangan-strategi-dan-perencanaan-pembangunan-ekonomi-indonesia/
Nugroho, Iwan
dan Rokhimin Dahuri. 2004. Pembangunan
Wilayah perspektif Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan. Jakarta. LP3ES
Drs.Subandi,M.M.2005.Sistem Ekonomi Indonesia. Alfabeta
Bandung



thank you ... ini sangat membantu saya ...
BalasHapusSaya sagat berterima kasi atas
HapusBantuan KI RUSLAN SALEH kemarin
Saya dikasi nmr 4d & 6d dan saya mendapat kan hasil togel (457 juta)karna bantuanya saya bisah bayar hutan dan buka usaha kecil kecilan,jika anda mau di bantu seperti saya silahkam hbg
(AKI RUSLAN SALEH ) DI NMR
( 0852=8584=7477 )
atau [klik] AHLI PESUGIHAN TANPA TUMBAL
KEAMPUHAN RITUAL AKI RUSLAN SALEH
1.Penarikan Dana Hibah Melalui Bank Ghaib
2.Penarikan Uang Melalui Mustika
3.Ritual Angka Tembus Togel/Lotrey
4.Jimat Pelaris Usaha DLL
Dan Masih Banyak Lagi, AKI RUSLAN SALEH Banyah Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia. Untuk yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.
suwun informasinya
BalasHapussaya IBU KARMILA posisi sekarang di malaysia
BalasHapusbekerja sebagai ibu rumah tangga gaji tidak seberapa
setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
sempat saya putus asah dan secara kebetulan
saya buka FB ada seseorng berkomentar
tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
karna di malaysia ada pemasangan
jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
saya minta angka sama AKI NAWE
angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
terima kasih banyak AKI
kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259 tak ada salahnya anda coba
karna prediksi AKI tidak perna meleset
saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan